Bukan Sekadar Seremoni, Bawaslu Kota Bandung Kobarkan Semangat Pemuda untuk Demokrasi
|
Bandung - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Bandung melaksanakan upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda sebagai momentum untuk memperkuat semangat persatuan, nasionalisme, dan komitmen pengabdian kepada bangsa dan negara. Pada Rabu, (28/10).
Upacara yang diikuti oleh jajaran pimpinan, sekretariat Bawaslu Kota Bandung tersebut berlangsung dengan khidmat. Peringatan ini menjadi pengingat bahwa semangat Sumpah Pemuda yang lahir pada 28 Oktober 1928 tetap relevan dalam menghadapi berbagai tantangan kebangsaan, termasuk dalam menjaga kualitas demokrasi dan penyelenggaraan pemilihan umum.
Melalui peringatan Hari Sumpah Pemuda, Bawaslu Kota Bandung menegaskan pentingnya nilai persatuan, integritas, dan tanggung jawab bersama dalam mewujudkan kehidupan demokrasi yang sehat. Semangat pemuda tidak hanya diwujudkan melalui perjuangan fisik, tetapi juga melalui kontribusi nyata, sikap kritis, serta partisipasi aktif dalam menjaga nilai-nilai demokrasi.
Anggota Bawaslu Kota Bandung, Muhamad Sopian, dalam amanatnya menyampaikan bahwa semangat Sumpah Pemuda harus menjadi inspirasi bagi seluruh jajaran Bawaslu untuk terus meningkatkan profesionalisme dan integritas dalam menjalankan tugas pengawasan pemilu.
“Semangat Sumpah Pemuda mengajarkan kita bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk bersatu. Nilai persatuan, integritas, dan tanggung jawab harus terus kita implementasikan dalam pelaksanaan tugas, termasuk dalam mengawal demokrasi agar berjalan secara jujur, adil, dan bermartabat,” ujarnya.
Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian sengketa itu juga menekankan bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam menjaga keberlangsungan demokrasi. Keterlibatan pemuda dalam pengawasan partisipatif menjadi salah satu faktor penting untuk mendorong terciptanya pemilu yang berintegritas.
Menurutnya, pengawasan pemilu bukan hanya menjadi tanggung jawab Bawaslu, melainkan membutuhkan dukungan dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, terutama generasi muda yang memiliki potensi besar dalam menyebarluaskan informasi serta membangun kesadaran politik yang positif.
“Pemuda harus menjadi bagian dari solusi dalam menjaga demokrasi. Melalui partisipasi aktif, literasi politik, dan keberanian melawan informasi yang menyesatkan, generasi muda dapat berkontribusi menciptakan kehidupan demokrasi yang lebih berkualitas,” tambah Sopian.
Peringatan Hari Sumpah Pemuda juga menjadi momentum bagi Bawaslu Kota Bandung untuk memperkuat komitmen kelembagaan dalam membangun pengawasan pemilu yang partisipatif. Upaya tersebut dilakukan melalui edukasi kepemiluan, sosialisasi pengawasan, serta kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk pelajar, mahasiswa, dan organisasi kepemudaan.
Bawaslu Kota Bandung berharap semangat persatuan yang diwariskan para pemuda pada 1928 dapat terus menjadi landasan dalam menjalankan tugas dan fungsi pengawasan. Dengan menjunjung tinggi integritas dan memperkuat partisipasi masyarakat, upaya menjaga demokrasi diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan.
Foto : Moh Fajar
Penulis : Reza Muharwan