Lompat ke isi utama

Berita

Bangun Kesadaran Pemilu di Kalangan Pelajar, Bawaslu Kota Bandung Jalin Kerja Sama dengan SMA Muhammadiyah 4 Bandung

kjbaefkbaf

Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Bawaslu Kota Bandung dengan SMA Muhammadiyah 4 Bandung, Pada Jumat (16/10).

Bandung - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Bandung menjalin kerja sama dengan SMA Muhammadiyah 4 Bandung melalui penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) sebagai upaya memperkuat pendidikan demokrasi dan meningkatkan kesadaran pengawasan pemilu di kalangan pelajar.

Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam membangun pemahaman generasi muda mengenai pentingnya demokrasi yang berintegritas, sekaligus mendorong keterlibatan pelajar dalam mengawal penyelenggaraan pemilu yang jujur, adil, dan demokratis.

Melalui kerja sama tersebut, Bawaslu Kota Bandung berupaya memperluas jangkauan pendidikan pengawasan partisipatif di lingkungan sekolah. Pelajar sebagai pemilih pemula memiliki peran penting dalam menentukan kualitas demokrasi, sehingga perlu dibekali pemahaman mengenai hak dan kewajiban sebagai warga negara, regulasi kepemiluan, serta pentingnya mencegah praktik politik yang bertentangan dengan prinsip demokrasi.

Anggota Bawaslu Kota Bandung, Bayu Mochamad, menyampaikan bahwa kolaborasi dengan lembaga pendidikan merupakan bagian penting dari upaya membangun kesadaran demokrasi sejak dini. Menurutnya, sekolah memiliki posisi strategis dalam menanamkan nilai-nilai demokrasi kepada generasi muda.

“Kerja sama ini bukan sekadar penandatanganan nota kesepahaman, tetapi menjadi langkah konkret untuk menanamkan nilai-nilai demokrasi kepada generasi muda. Kami ingin para pelajar tidak hanya memahami pemilu sebagai proses memilih pemimpin, tetapi juga mampu mengenali potensi pelanggaran, bersikap kritis terhadap informasi politik, serta berani berpartisipasi dalam mengawal demokrasi secara bertanggung jawab,” ujar Bayu.

Ia menambahkan, pendidikan pengawasan partisipatif perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk institusi pendidikan. Dengan demikian, pelajar diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang turut menyebarluaskan pemahaman tentang demokrasi yang sehat di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Sementara itu, Kepala SMA Muhammadiyah 4 Bandung, Ahmad Basyori menyambut baik terjalinnya kerja sama dengan Bawaslu Kota Bandung. Ia menilai kolaborasi tersebut dapat menjadi sarana pembelajaran bagi peserta didik untuk memahami praktik demokrasi secara lebih nyata, tidak hanya melalui pembelajaran di kelas.

“Kami menyambut baik kerja sama ini karena pendidikan demokrasi merupakan bagian penting dalam membentuk karakter peserta didik. Melalui kolaborasi dengan Bawaslu Kota Bandung, kami berharap para siswa mendapatkan pemahaman yang lebih luas mengenai pemilu, pentingnya menjaga integritas, serta tanggung jawab sebagai warga negara dalam kehidupan demokrasi,” ungkap Ahmad.

Menurutnya, keterlibatan lembaga penyelenggara pemilu dalam kegiatan pendidikan dapat memberikan perspektif langsung kepada siswa mengenai pentingnya partisipasi masyarakat dalam menjaga kualitas demokrasi. Hal ini juga diharapkan mampu membentuk generasi muda yang kritis, berintegritas, dan tidak mudah terpengaruh informasi yang menyesatkan.

Kerja sama antara Bawaslu Kota Bandung dan SMA Muhammadiyah 4 Bandung diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui berbagai kegiatan edukasi kepemiluan, sosialisasi pengawasan partisipatif, serta penguatan literasi politik bagi pelajar. Upaya tersebut menjadi bagian dari investasi jangka panjang dalam membangun budaya demokrasi yang sehat di Kota Bandung.

Foto : Reza Budi Muharwan

Penulis : Reza Budi Muharwan