Lompat ke isi utama

Berita

Gandeng Cadisdik Jabar Wilayah 7, Bawaslu Nyakola Bidik Generasi Muda Melek Demokrasi

lknafwf

Bawaslu Kota Bandung melakukan audiensi berama Kantor Cabang Disdik Jawa Barat Wilayah 7, Senin (28/09).

Cimahi - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Bandung memperkuat pendidikan demokrasi bagi generasi muda terus dilakukan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Bandung. Melalui program Bawaslu Nyakola, Bawaslu Kota Bandung melakukan audiensi dengan Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Wilayah 7 untuk membangun sinergi dalam memperluas pendidikan kepemiluan dan pengawasan partisipatif di lingkungan sekolah. Senin, (28/09).

Audiensi tersebut menjadi bagian dari langkah Bawaslu Kota Bandung untuk menghadirkan pendidikan demokrasi yang lebih dekat dengan kehidupan pelajar. Sekolah dipandang sebagai ruang strategis untuk menanamkan pemahaman mengenai demokrasi, kepemiluan, hak dan kewajiban sebagai warga negara, serta pentingnya keterlibatan generasi muda dalam mengawal proses demokrasi.

Anggota Bawaslu Kota Bandung, M. Adriansyah Prayuda, menyampaikan bahwa Bawaslu Nyakola tidak sekadar menjadi program sosialisasi, tetapi diarahkan sebagai ruang pembelajaran demokrasi bagi pelajar.

“Bawaslu Nyakola merupakan salah satu upaya kami untuk mendekatkan pendidikan demokrasi dan kepemiluan kepada generasi muda. Sekolah memiliki posisi strategis dalam membangun kesadaran demokrasi, khususnya bagi para pelajar yang nantinya akan menjadi pemilih pemula,” ujarnya Prayuda.

Menurutnya, kolaborasi dengan Dinas Pendidikan menjadi penting untuk memperluas jangkauan program sekaligus memastikan pendidikan demokrasi dapat dikemas sesuai dengan karakter dan kebutuhan peserta didik.

“Kami berharap audiensi ini tidak berhenti pada pertemuan saja, tetapi dapat dilanjutkan dalam bentuk kolaborasi yang konkret. Kami ingin pendidikan kepemiluan dapat hadir lebih dekat dengan pelajar melalui pendekatan yang edukatif, menarik, dan relevan dengan perkembangan zaman,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Sekretariat Bawaslu Kota Bandung, Isti Khoriana, menambahkan bahwa pengawasan partisipatif perlu dibangun sejak dini. Pelajar, menurutnya, dapat menjadi bagian dari gerakan bersama untuk menjaga demokrasi yang berintegritas.

“Pelajar tidak hanya diposisikan sebagai objek pendidikan kepemiluan, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang memiliki peran dalam menjaga demokrasi. Melalui Bawaslu Nyakola, kami ingin mengenalkan nilai-nilai pengawasan dengan bahasa yang dekat dengan dunia pelajar,” tuturnya.

Audiensi Bawaslu Kota Bandung dengan Cadisdik Provinsi Jawa Barat diharapkan menjadi pintu masuk bagi penguatan kerja sama dalam bidang pendidikan demokrasi dan pengawasan partisipatif.

Sinergi tersebut diharapkan dapat membuka ruang bagi berbagai bentuk kegiatan edukasi di satuan pendidikan, mulai dari diskusi kepemiluan, literasi demokrasi, pengenalan pengawasan partisipatif hingga edukasi mengenai tantangan demokrasi di era digital.

Bawaslu Kota Bandung memandang bahwa membangun demokrasi tidak hanya dilakukan ketika tahapan pemilu berlangsung. Pendidikan demokrasi perlu ditanamkan secara berkelanjutan agar kesadaran masyarakat tumbuh jauh sebelum seseorang menggunakan hak pilihnya.

Melalui Bawaslu Nyakola, Bawaslu Kota Bandung ingin membawa pesan bahwa demokrasi bukan sekadar agenda lima tahunan. Demokrasi adalah proses yang membutuhkan pengetahuan, kepedulian, partisipasi, dan tanggung jawab bersama termasuk dari generasi muda.

lkjnbfae

Foto : Reza

Penulis : Reza