Rapat Evaluasi Pelaksanaan Pengelolaan, Pemeliharaan, dan Inventarisasi Logistik Pemilu/Pemilihan
|
Anggota Bawaslu Kota Bandung (Koordiv Hukum Humas Datin) Wawan Kurniawan menghadiri undangan rapat yang diselenggarakan oleh KPU Kota Bandung, Selasa (30/11/2021) waktu setempat. Kegiatan ini membahas Pelaksanaan Pengelolaan, Pemeliharaan, dan Inventarisasi Logistik Pemilu/Pemilihan.
Terdapat dua pembahasan utama dalam rapat ini, yaitu berkaitan dengan siklus manajemen Pemilu 2024 dan pengelolaan logistik di Pemilihan 2018 dan Pemilu 2019. Problem yang terjadi pada umumnya adalah logistik yang banyak dan distribusinya, kemudian berkaitan dengan gudang yang dibutuhkan, kelengkapan dan keakuratan data, harga satuan logistik yang bervariasi, Peraturan Menteri Keuangan yang belum mengakomodir kebutuhan satuan biaya yang diperlukan KPU.
Siklus manajemen logistic harus memperhatikan empat aspek berikut: Perencanaan kebutuhan, Pengadaan, Distribusi, Pemeliharaan. KPU Kota Bandung sangat mengharapkan Bawaslu untuk bertindak preventif terlebih dahulu.
Berdasarkan dinamikanya, Pemilu relatif lebih sulit, sebagai contoh 15 April terjadi kekurangan Surat Suara sejumlah 15rb padahal perhelatannya 17 April. Kriteria sukses logistic adalah tepat jenis, jumlah, kualitas, waktu, sasaran dan hemat anggaran.
Ketersediaan logistik beriringan dengan upaya penyelenggara dalam menjamin suara pemilih. Contoh kasus di Kota Bandung dalam mendistribusikan logistic; Cidadap harus beberapa kali pengiriman, karena cukup sulit diakses.
Dalam hal pengadaan logistic UU 7 mengatur Pemilu KPU Kab/Kota tidak melakukan pengadaan, pengadaan di Kab/Kota adalah alat coblos. Proses lelang banyak menerima gangguan ‘kanan kiri’, sekarang melalui e katalog.
Pilkada pengadaan logistiknya oleh provinsi dan kab/kota. APK dan BK menjadi bagian logistic. Penyortiran dan pengepakan distribusi akan diseting di enam dapil, mendekatkan ke kecamatan.
Distribusi menjadi ranah pengawasan Bawaslu. Logistik adalah BMN. Logistik di Kota Bandung sudah di musnahkan dan dilelang, ada C1 plano masih ada, apakah harus diarsipkan atau dimusnahkan.