Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Nyakola Sasar SMAN 29 Bandung, Bekali Pelajar Jadi Generasi Melek Demokrasi

aojnfenea

Anggota Bawaslu Kota Bandung, Bayu Mochamad sedang melakukan Sosialisasi Pendidikan Politik dalam Program Bawaslu Nyakola di SMAN 29 Bandung, Jumat (02/10).

Bandung - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Bandung, Demokrasi tidak hanya tumbuh di ruang-ruang politik. Ia juga bersemi di lingkungan sekolah, tempat generasi muda dibentuk untuk memahami hak, kewajiban, serta tanggung jawab sebagai warga negara.

Semangat itulah yang dibawa Bawaslu Kota Bandung melalui program Bawaslu Nyakola saat menyambangi SMAN 29 Bandung. Program ini menjadi ruang edukasi bagi para pelajar untuk mengenal lebih dekat demokrasi, kepemiluan, sekaligus pentingnya pengawasan partisipatif.

Anggota Bawaslu Kota Bandung, Bayu Mochamad mengatakan, keterlibatan generasi muda dalam menjaga demokrasi perlu dibangun sejak berada di bangku sekolah. Menurutnya, pelajar bukan hanya calon pemilih pada masa mendatang, tetapi juga memiliki peran dalam membangun budaya demokrasi yang sehat di lingkungan masing-masing.

"Bawaslu Nyakola menjadi bagian dari upaya kami untuk mendekatkan pendidikan demokrasi kepada pelajar. Kami ingin anak-anak muda tidak hanya mengetahui tentang pemilu, tetapi juga memahami bahwa mereka memiliki peran dalam mengawasi dan menjaga proses demokrasi agar tetap berintegritas,” ujar Bayu.

Bawaslu Nyakola dirancang untuk mendekatkan pendidikan pengawasan pemilu kepada generasi muda dengan pendekatan yang komunikatif dan relevan dengan kehidupan pelajar. Para siswa diajak memahami bahwa pengawasan pemilu bukan semata tugas lembaga pengawas, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

Di tengah masifnya penggunaan media sosial, pelajar juga dihadapkan pada tantangan baru dalam berdemokrasi. Informasi yang beredar begitu cepat, namun tidak semuanya dapat dipertanggungjawabkan. Kondisi tersebut membuat kemampuan memilah informasi menjadi bagian penting dalam membangun budaya demokrasi yang sehat.

Koordiv Pencegahan, Parmas, Humas tersebut menambahkan, literasi digital menjadi salah satu aspek penting yang perlu dimiliki generasi muda. Pelajar diharapkan mampu bersikap kritis terhadap informasi yang diterima dan tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

“Generasi muda hari ini sangat dekat dengan media sosial. Karena itu, kemampuan untuk menyaring informasi menjadi sangat penting. Jangan sampai ruang digital justru menjadi ruang penyebaran hoaks atau informasi yang dapat mengganggu kualitas demokrasi,” katanya.

Kehadiran Bawaslu di SMAN 29 Bandung sekaligus menjadi upaya menyiapkan generasi muda agar tidak hanya hadir sebagai pemilih ketika memiliki hak pilih, tetapi juga sebagai agen pengawasan partisipatif yang turut menjaga kualitas demokrasi.

Bagi Bawaslu Kota Bandung, sekolah merupakan salah satu ruang strategis untuk membangun kesadaran tersebut. Pendidikan demokrasi yang diberikan sejak dini diharapkan dapat membentuk generasi muda yang kritis, bertanggung jawab, dan memahami pentingnya integritas dalam kehidupan berdemokrasi.

jabejife

Foto : Farhan

Penulis : Reza