Perkuat Literasi Pengawasan Pemilu di Kalangan Mahasiswa, Dimas Ajak Mahasiswa Untuk Berpartisipasi Aktif dalam Pengawasan Pemilu
|
Bandung - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Bandung melakukan upaya memperdalam wawasan mahasiswa mengenai mekanisme pengawasan serta dinamika hukum pemilu, Bawaslu Kota Bandung hadir sebagai narasumber dalam diskusi panel bertajuk “ Training Legislatif Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Kegururuan Tahun 2026” yang diselenggarakan oleh Universitas Islam Sunan Gunung Djati Bandung, pada Kamis (09/04).
Ketua Bawaslu Kota Bandung, Dimas Aryana Iskandar, dalam pemaparannya menjelaskan peran penting Bawaslu dalam menjaga kualitas demokrasi di Indonesia. “Bawaslu merupakan lembaga yang memiliki tugas utama melakukan pengawasan, pencegahan, penindakan pelanggaran, serta pelaporan hasil pemilu sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa struktur Bawaslu bersifat hirarkis dari tingkat pusat hingga Pengawas TPS sebagai garda terdepan di lapangan. “Di setiap tingkatan, Bawaslu memiliki peran memastikan seluruh tahapan pemilu berjalan secara jujur, adil, dan transparan, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pengawasan pemilu,” imbuhnya.
Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara penyelenggara pemilu dan masyarakat. “Keberadaan Bawaslu tidak dapat berjalan sendiri, tetapi memerlukan dukungan dan partisipasi masyarakat untuk mewujudkan pemilu yang berintegritas,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara Bawaslu Kota Bandung dan kalangan akademisi, khususnya mahasiswa, dapat terus terjalin dalam upaya memperkuat literasi demokrasi dan pengawasan partisipatif. Dengan keterlibatan generasi muda yang kritis dan berintegritas, diharapkan pelaksanaan pemilu ke depan semakin berkualitas, transparan, dan berkeadilan demi terwujudnya demokrasi yang bermartabat.
Foto : Joy
Penulis : Reza