Pendidikan Pengawasan Partisipatif Daring Digelar, Bawaslu Kota Bandung Ajak Kader P2P Bergerak
|
Bandung - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Bandung kembali menghidupkan semangat partisipasi publik dalam pengawasan pemilu melalui kegiatan Pembelajaran Daring Pendidikan Pengawasan Partisipatif (P2P).
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Sidang Bawaslu Kota Bandung dan melalui platform Zoom pada Senin (10/11/2025) ini mengusung tema “Berfungsi dan Bergerak”, menandai komitmen Bawaslu untuk terus memperkuat pendidikan demokrasi bagi masyarakat.
Dalam sambutannya, Bayu Mochamad menegaskan bahwa kualitas demokrasi sangat bergantung pada tingkat literasi pemilih. Ia menilai pendidikan demokrasi menjadi pondasi utama dalam melahirkan masyarakat yang kritis dan bertanggung jawab dalam proses pemilu.
“Masyarakat yang terdidik akan melahirkan pemilih berkualitas. Jika kita ingin demokrasi yang baik, maka masyarakat harus dibekali pemahaman tentang nilai dan proses demokrasi,” ujarnya.
lebih lanjut ia menekankan pentingnya peran masyarakat sebagai bagian dari ujung tombak pengawasan pemilu. Menurutnya, demokrasi yang kuat hanya dapat terwujud jika warga memiliki kesadaran untuk terlibat aktif dalam menjaga integritas pemilu.
“Ketika masyarakat abai pada nilai-nilai demokrasi, maka demokrasi akan melemah. Karena itu, ruang edukasi seperti ini menjadi sangat strategis untuk mendorong masyarakat ikut menjaga demokrasi,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kota Bandung menegaskan kembali komitmennya untuk terus bergerak memperkuat literasi politik masyarakat. P2P diharapkan mampu mencetak warga yang tidak hanya memahami demokrasi secara konseptual, tetapi juga siap menjadi bagian dari pengawas pemilu yang mandiri, kritis, dan berdaya.
Foto dan Penulis : Humas Bawaslu Kota Bandung