Bawaslu Kota Bandung Dorong Kolaborasi dengan Pramuka Melalui Pengawasan Partisipatif
|
Bandung - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Bandung melakukan Audiensi dengan Kwarcab Pramuka Kota Bandung pada Kamis (26/02) bertempat di Kantor Kwarcab Pramuka Kota Bandung.
Menurut Ketua Bawaslu Kota Bandung, Dimas menjelaskan Gerakan Pramuka menjadi salah satu mitra potensial karena memiliki struktur organisasi yang kuat, jangkauan nasional, serta sistem pembinaan karakter yang konsisten. “Komposisi pemilih muda yang besar tidak cukup dijawab dengan pendekatan konvensional. Pramuka adalah organisasi kepemudaan yang teratur dan memiliki kaderisasi yang jelas. Karena itu, Bawaslu memandang Pramuka sebagai mitra strategis dalam penguatan pengawasan partisipatif,” ujarnya saat melakukan audiensi ke Kwarcab Kota Bandung, Kamis (26/02/2026).
Ia menjelaskan, di tingkat nasional, Bawaslu RI telah lebih dahulu membangun kerja sama dengan Gerakan Pramuka melalui pembentukan Saka Adhyasta sebagai wadah pembinaan kepemiluan dan pengawasan bagi generasi muda. Inisiatif tersebut menjadi pijakan bagi Bawaslu daerah untuk mengembangkan pola kolaborasi yang sejalan dengan arah kebijakan nasional.
“Program Saka Adhyasta menunjukkan keseriusan Bawaslu dalam menggandeng Pramuka. Di daerah, kami ingin memastikan semangat ini diterjemahkan dalam bentuk kolaborasi yang konkret dan berkelanjutan,” jelasnya.
Dimas menambahkan, Bawaslu Kota Bandung membuka ruang kerja sama yang luas, tidak hanya dalam bentuk kegiatan seremonial, tetapi juga edukasi kepemiluan, diskusi tematik, serta pemanfaatan fasilitas kelembagaan sebagai ruang pembelajaran dan penguatan pengawasan partisipatif.
Sementara itu, Kepala Sekretariat Bawaslu Kota Bandung, Isti Khoriana, menyampaikan bahwa kolaborasi dengan Gerakan Pramuka merupakan langkah strategis untuk mempercepat implementasi salah satu program prioritas Bawaslu, yakni pembentukan Saka Adhyasta di tingkat kabupaten/kota. “Pembentukan Saka Adhyasta mensyaratkan keterlibatan daerah. Karena itu, kolaborasi dengan Pramuka kami dorong sebagai langkah nyata untuk mempercepat penguatan pengawasan partisipatif di Kota Bandung,” ungkap Isti.
Menurutnya, Gerakan Pramuka memiliki keunggulan karena proses pembinaannya tidak berhenti pada pendidikan formal, tetapi juga menanamkan nilai karakter, kepemimpinan, dan tanggung jawab sosial yang selaras dengan prinsip pengawasan Pemilu. “Nilai-nilai yang dibangun di Pramuka sangat relevan dengan semangat pengawasan partisipatif. Inilah yang ingin kami sinergikan ke depan,” tambahnya.
Ke depan, Isti berharap kerja sama antara Bawaslu Kota Bandung dan Kwartir Cabang Gerakan Pramuka dapat ditindaklanjuti secara formal, sehingga tercipta sinergi program yang saling mendukung, termasuk integrasi materi kepemiluan dalam kegiatan kepramukaan.
Foto : Joy
Penulis : Reza